Bagaimana jika pendidikan Muhammadiyah tidak hanya berkembang di Indonesia, tetapi juga semakin luas menjangkau anak-anak Indonesia di luar negeri? Gagasan tersebut kini mulai disiapkan melalui rencana pendirian Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah di Mesir.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah memperluas akses pendidikan di tingkat internasional. Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bersama Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) dan Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Mesir dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso, di KBRI Kairo pada 13 Oktober 2026.
Lantas, seperti apa rencana pendirian SD Muhammadiyah di Mesir dan apa tujuan di baliknya? Berikut ulasan lengkapnya.
Muhammadiyah Siapkan Pendirian SD di Mesir
Rencana pendirian SD Muhammadiyah di Mesir menjadi salah satu agenda pengembangan pendidikan Muhammadiyah di luar negeri. Pertemuan di KBRI Kairo tersebut membahas hasil kajian awal mengenai kemungkinan pendirian sekolah dasar di negara tersebut.
Tim riset sebelumnya telah mempelajari kondisi sekolah-sekolah di Kairo serta membandingkannya dengan lembaga pendidikan Muhammadiyah yang sudah beroperasi di luar Indonesia.
Dua model yang menjadi bahan pembelajaran adalah Muhammadiyah Australian College (MAC) di Australia dan Sekolah Bina Mulia (SBM) di Malaysia.
Dari kajian awal tersebut, model sekolah Muhammadiyah di Malaysia dinilai memiliki sejumlah kesamaan dengan kondisi Mesir, khususnya dari aspek dukungan pemerintah. Sementara itu, model di Australia mempunyai karakteristik berbeda karena memperoleh dukungan penuh dari pemerintah setempat.
Hasil kajian ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan model pendidikan yang sesuai dengan kondisi Mesir.
PP Muhammadiyah Dorong Kajian Segera Ditindaklanjuti
Ketua PP Muhammadiyah, Agung Danarto, menyambut positif rencana pendirian SD Muhammadiyah di Mesir. Ia mendorong agar hasil kajian yang telah dilakukan segera ditindaklanjuti melalui penyusunan proposal.
Menurutnya, proses tersebut diharapkan tidak perlu menunggu momentum besar seperti Muktamar Muhammadiyah.
Dukungan ini menunjukkan bahwa rencana pendirian sekolah di Mesir menjadi perhatian dalam pengembangan pendidikan Muhammadiyah secara global.
Meski demikian, rencana tersebut masih memerlukan pembahasan dan persiapan lebih lanjut sebelum dapat diwujudkan.
Perlu Memperhatikan Regulasi dan Pembiayaan
Pendirian sekolah di luar negeri tentu tidak cukup hanya dengan menyiapkan konsep pembelajaran. Ada sejumlah aspek penting yang perlu dipertimbangkan agar lembaga pendidikan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Duta Besar RI untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso, menyambut baik rencana tersebut. Namun, ia menekankan pentingnya kajian mendalam, terutama dengan mempelajari pengalaman sekolah Muhammadiyah di Malaysia.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan meliputi regulasi setempat, sistem pengelolaan sekolah, serta pembiayaan operasional.
Pertimbangan tersebut penting agar rencana pendirian SD Muhammadiyah di Mesir tidak hanya dapat direalisasikan, tetapi juga memiliki fondasi yang kuat untuk berkembang dalam jangka panjang.
Perkuat Keberadaan TK ABA di Mesir
Rencana pendirian SD Muhammadiyah di Mesir juga diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan Muhammadiyah yang telah hadir melalui TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) di Kairo.
Selama ini, TK ABA menjadi salah satu bentuk layanan pendidikan yang telah dijalankan oleh ‘Aisyiyah di Mesir. Namun, lembaga tersebut masih menghadapi sejumlah persoalan fiskal, terutama terkait biaya operasional.
Dengan adanya rencana pendirian sekolah dasar, Muhammadiyah berharap ekosistem pendidikan di Mesir dapat berkembang secara lebih berkelanjutan.
Jika terealisasi, kehadiran SD Muhammadiyah berpotensi memperluas pilihan pendidikan bagi keluarga Indonesia di Mesir sekaligus memperkuat keberlanjutan layanan pendidikan yang telah tersedia.
Apa Langkah Selanjutnya?
Tim SD Muhammadiyah berencana membawa hasil kajian tersebut untuk dibahas lebih lanjut bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, di Indonesia.
Tahapan selanjutnya menjadi penting untuk memperjelas konsep pendirian sekolah, kebutuhan pembiayaan, serta kesiapan pengelolaan dan pemenuhan regulasi.
Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa pendirian SD Muhammadiyah di Mesir masih berada dalam tahap perencanaan dan kajian. Belum ada kepastian dalam informasi yang dirilis mengenai jadwal pembukaan atau penerimaan peserta didik.
Kesimpulan
Rencana pendirian SD Muhammadiyah di Mesir menjadi langkah penting dalam upaya memperluas jangkauan pendidikan Muhammadiyah di tingkat global.
Selain membuka peluang pengembangan layanan pendidikan bagi masyarakat Indonesia di luar negeri, inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat keberadaan TK ABA di Kairo dan membangun ekosistem pendidikan yang lebih berkelanjutan.
Namun, realisasinya tetap membutuhkan kajian yang matang, terutama terkait regulasi, pengelolaan, dan pembiayaan.
Menarik untuk ditunggu bagaimana perkembangan rencana ini dan kapan SD Muhammadiyah di Mesir dapat diwujudkan. Semoga upaya tersebut membawa manfaat bagi dunia pendidikan Indonesia di kancah internasional.
Sumber berita : Muhammadiyah
